Kenapa Israel Begitu Kebal Hukum Internasional Atas Tindakan Buruknya Bagian 4

Daftar Isi

Pilar 3: Efektivitas jaringan lobi dan diaspora

Meminggirkan fondasi strategis dan ekonomi di pembahasan sebelumnya. Aku sekarang akan menyinggung salah satu mesin politik Israel, yang tidak kalah efektif dalam mendukung kebijakan elit pemerintahan mereka. Dan mereka adalah masyarakat Israel yang tersebar di seluruh dunia. Apalagi yang ada di kawasan negara-negara sekutu dan AS.

Di AS ada yang namanya American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Mereka digambarkan sebagai gerakan nasional dengan anggota 5 sampai 6 juta pro Israel di setiap distrik kongres. Strategi mereka dalam mendukung Israel terbilang sangat canggih, seperti diantaranya.

Pertama, strategi tekanan akar rumput. AIPAC akan menggunakan sistem key contacs untuk setiap anggota senat. Fungsinya, AIPAC bisa memanggil lebih dari 10 anggota yang tentu saja punya pengaruh kuat di negara bagian. Demi memberi tekanan yang terfokus dan pribadi pada mereka yang punya tujuan bersilangan. Misalnya terkait urusan Palestina.

Kedua, strategi kultivasi elite. Demi membentuk perspektif para legislator, jurnalis, hingga pemimpin opini lainnya. AIPAC melalui lembaga amalnya, American Israel Education Foundation (AIEF). Membiayai perjalanan full mereka ke Israel.

Ketiga, strategi pengembangan generasi berikutnya. Disini AIPAC akan secara aktif mengidentifikasi sekaligus membina pemimpin mahasiswa. Seperti presiden badan mahasiswa, demi menanamkan dukungan untuk generasi berikutnya melalui elite politik.

Keempat, strategi elektoral. Melalui Political Action Committee (PAC) milik AIPAC. Yang juga ternyata PAC pro Israel terbesar di AS. AIPAC langsung memberikan bantuan dana atau menentang kandidat. Contohnya dalam pemilihan tahun 2024 saja, dilaporkan AIPAC menginvestasikan lebih dari $100 juta. Hasilnya 96% dari kandidat yang didukung AIPAC memenangkan pemilihan umum pada tahun 2024.

Masih di seputaran lobi yang dilakukan lewat PAC, ada sebuah studi yang menyoroti ketimpangan luar biasa disini. Jadi nih menurut studi oleh Open Secrets dari tahun 1990 hingga 2006. Pembawa kepentingan pro Israel telah menyumbangkan $56,8 juta untuk kandidat federal. Bandingkan dengan PAC Arab-Amerika dan Muslim yang hanya kurang dari $800.000.

Padahal, kalau kita hanya berbicara soal Arab tanpa ada tambahan konteks tertentu. Kita selalu melihat bahwa mereka duitnya pasti banyak-banyak banget. Jadi secara bodohbodohan aja ya, menurutku kalau niat mah. Bisa sih harusnya PAC Arab ini melampaui milik Israel. Misalnya langsung dibekingi Saudi Aramco si PAC Arab itu.

Tapi kembali lagi karena aku tidak tahu dan kebetulan belum terlalu menyelam kesana. Jadi anggap saja usulanku barusan, benar-benar Cuma pendapat asal bicara bodoh seperti yang kutekankan sebelumnya.

Kembali ke bahasan soal AIPAC, disini disoroti kalau pengeluaran besar-besaran mereka. Apalagi dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Tidak hanya untuk mendapatkan teman yang bersimpati, melainkan juga untuk mengintimidasi dan membungkam kritik. Para kritikus sendiri frontal langsung mengerucutkan ini sebagai pembungkaman atas suara-suara pro-Palestina di kongres. Ini juga yang mendasari pernyataan analis terkemuka seperti Stephen Walt yang menyebut. Bahwa gagasan tentang AS memberlakukan sanksi atau menahan bantuan militer Israel, adalah fiksi ilmiah lengkap di Washington.

Selain tentang pemilihan, AIPAC dianggap telah berhasil membentuk parameter kebijakan AS. Para analisis menunjukkan bagaimana kebijakan AIPAC dari tahun 80 an. Yang berisi pernyataan “tidak ada negara Palestina” dan “tidak ada negoisasi dengan PLO”. Telah jadi makalah kerja yang efektif bagi kebijakan AS di Timur Tengah. Lobi ini jugalah yang berperan penting dalam mempengaruhi pemerintahan Trump, untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran. Serta memindahkan kedutaaan AS ke Yerusalem.

Sementara di Eropa, walau tidak serapi dan tidak lebih terstruktur dibanding di AS. Mereka juga mengalami transformasi. Kedatangan mereka terutama di kota-kota seperti Berlin dan London. Dianggap telah membalikkan situasi apalagi pasca Holocaust, karena secara demografis meremajakan komunitas Yahudi di Eropa. Dengan begitu mereka akan dan telah menciptakan saluran pengaruh budaya dan politik, yang lebih langsung serta terintegrasi di kota-kota besar atau ibu kota Eropa.

Selain itu pengaruh di Eropa pun bekerja melalui kombinasi ikatan ekonomi bilateral, misalnya dengan Jerman yang jadi mitra dagang terbesar Israel di Eropa. Kemudian ada juga yang namanya kewajiban historis (mungkin akan kujelaskan di bagian selanjutnya). Dan jaringan diaspora-diaspora baru yang memiliki kepentingan pribadi, dan langsung dalam keamanan dan politik Israel.

Posting Komentar