Kenapa Kebanyakan Judul Light Novel Jepang Sekarang Panjang - Panjang. Bagian 4
Bagian 4 : Strategi Pemasaran dan Psikologi Konsumen
Kalau saja tren judul sinopsis tidak selaras dengan psikologi konsumen modern. Mungkin tren ini tidak akan bertahan lama. Namun karena tren ini secara sempurna mengatasi hambatan kognitif utama pembeli di pasar yang jenuh. Maksudnya keengganan dalam mengambil resiko, kelelahan dalam mengambil keputusan, dan kebutuhan akan kepuasan instan. Maka judul sinopsis tetap eksis sebagai strategi pemasaran light novel era modern.
Seperti yang sudah sedikit kita bahas, bahwa di pasar yang jenuh. Hal terbesar yang menghalangi pembaca mengambil light novel bukanlah harga buku.
Melainkan investasi waktu dan energi emosional. Orang jaman sekarang itu sudah sangat sibuk. Mereka tentu tidak mau membuang uang untuk cerita yang tidak mereka minati. Mereka ingin sesuatu yang bisa diputuskan dengan cepat, minim resiko, dan ingin segera puas serta segera rileks menikmati cerita sesuai trope yang mereka minati.
Judul panjang mirip sinopsis akhirnyalah yang menjadi manajemen ekspektasi, dan pengurangan resiko yang kuat untuk keinginan tersebut.
Judul sinopsis seperti I’Ve Been Killing Slimes for 300 Years and Maxed Out My Level. Bukanlah misteri yang harus dterkaterka dulu isi ceritanya ataupun apa maksud judulnya. Akan tetapi judul itu adalah janji bahwa pembaca akan mendapatkan sebuah cerita slow life, isekai, dan protagonis OP. Pembaca yang sudah lelah dengan kehidupan bisa membeli judul itu dengan keyakinan 100%. Tanpa takut bahwa mereka akan tertipu untuk membaca cerita fantasi gelap dan menegangkan.
Dari permisalan yang baru saja kuketik, strategi judul sinopsis dapat dianggap secara langsung memerangi apa yang disebut sebagai kelelahan sinopsis.
Konsumen modern yang dibombardir pilihan, tidak lagi punya kesabaran untuk mengambil buku yang kelihatannya menarik perhatian. Untuk kemudian membaliknya demi membaca blurb dan membuat keputusan. Keputusan pembelian telah bergeser ke keputusan persekian detik berdasarkan sampul depan dan judul.
Judul sinopsis mengoptimalkan momen krusial yang dipengaruhi banyak faktor ini. Dengan cara memberikan semua informasi yang diperlukan di muka.
Kita sebelumnya sudah membahas bahwa judul sinopsis, mempermudah audiens untuk mencari judul yang mereka inginkan melalui kata kunci. Nyatanya ini secara langsung merancang penargetan terhadap audiens niche secara presisi. Pembaca light novel yang mungkin dulunya hanya tahu dan disuguhi novel fantasi secara luas.
Dengan adanya judul sinopsis, mereka berevolusi membentuk niche tertentu yang membagi konsep fantasi.
Dengan bidang-bidang yang lebih terfokuskan. Dalam hal ini pembaca light novel modern sering kali dianggap tidak berbelanja buku. Namun mereka dianggap berbelanja trope karena mereka menemukan produk dengan efisiensi maksimum di trope tertentu. Katakanlah seperti reinkarnasi benda mati, villainess, slow life, dan sistem RPG. Hal-hal yang kusebutkan ini memang beda trope, namun pada dasarnya dulu mereka semua dianggap sebagai 1 genre yang sama yaitu fantasi. Secara kontra intuitif, judul sinopsis yang dianggap panjang dan sulit diingat justru dapat memperkuat pembentukan fandom. Ini jelas memecahkan paradoks daya ingat.
Kembali disaat aku membahas bahwa dalam konteks SEO judul sinopsis meskipun panjang. Sebenarnya lebih mudah ditemukan secara online. Hal itu sudah dijelaskan bahwa dari judul panjang, pembaca dapat mengingat beberapa kata kunci trope kesayangan mereka.
Nah karena mudah dicari tersebut, pembaca akan lebih mudah untuk berkumpul dengan sesama penyuka trope di forum-forum. Yang mana sekarang ini populernya adalah forum online di media sosial. Dalam forum-forum yang membentuk inti komunitas penggemar ini. Muncullah diskusi menarik mengenai judul light novel kesayangan mereka yang begitu canggung, saat disebut karena terlalu panjang. Maka demi menghilangkan kecanggungan ini, muncullah ide dari beberapa anggota forum. Ide tersebut adalah mereka secara alami dan organik membuat julukan, yang berupa singkatan pendek dan mudah diingat dari judul aslinya. Proses ini pada akhirnya telah menjadi bagiann standar dari siklus hidup fandom itu sendiri hingga sekarang.
Judul-judul seperti Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku o! Dan Watashi ga Motenai no wa Do Kangaetemo Omaera ga Warui! Berubah jadi Konosuba dan WataMote.
Efeknya penyingkatan judul ini menciptakan dinamika sosial. Dimana bagi yang mengetahui dan menggunakan singkatan yang benar. Dianggap sebagai penggemar sejati didalam grup. Dengan demikian sesuai dengan pemecahan paradoks daya ingat. Judul mencapai 2 tujuan pemasaran yang berbeda secara bersamaan. Pertama bagi calon pembaca yang anggap saja orang luar fandom atau grup. Judul sinopsis bertindak sebagai blurb pemasaran yang jelas dan deskriptif. Sementara itu bagi orang dalam, judul sinopsis yang akhirnya mereka singkat didalam forum mereka. Menciptakan eksklusivitas sekaligus penanda sosial bahwa mereka adalah penggemar sejati dari judul tersebut.
Posting Komentar