Bagaimana Huawei Masih Bisa Hidup Setelah Dihukum Mati AS Bagian 2

Daftar Isi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, keputusan AS untuk memasukkan Huawei ke Entity List. Memaksa Huawei mengalihkan fokus dari ekspansi pasar global ke kemandirian rantai pasok domestik. Di fase konsolidasi menyakitkan yang terjadi antara periode 2021 hingga 2023 ini. Strategi Huawei yang sering disebut sebagai survival with quality, adalah dengan melakukan penggantian lebih dari 13000 komponen. Serta melakukan desain ulang pada ribuan papan sirkuit, untuk benar-benar menghilangkan ketergantungan pada teknologi AS.

Penjelasan singkatnya waktu memasuki tahun 2024 dan 2025, narasi bertahan hidup sebelumnya berubah menjadi kebangkitan kembali. Hal itu dimulai dengan peluncuran Kirin 9000S dan penerusnya Kirin 9020 yang diproduksi secara domestik. Dibarengi dengan munculnya sistem operasi HarmonyOS NEXT yang diklaim sepenuhnya independen. Secara tidak langsung menandai keberhasilan awal strategi vertikal Huawei.

Lebih dalam dari itu, mekanisme teknis, finansial, dan strategis yang menopang perkembangan yang dicapai Huawei sekarang. Seolah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sekedar bertahan dari sanksi. Namun juga berhasil membangun ekosistem teknologi paralel yang menantang hagemoni barat.

Dimulai dari kinerja keuangan yang ditopang oleh keputusan diversifikasi model bisnis. Hasil tranformasi Huawei terlihat paling jelas dalam laporan keuangannya dari tahun 2020 hingga 2025. Jadi perusahaan Huawei yang setelah dijatuhi Entity list mengalami kerugian di pasar smartphone internasional. Dimitigasi atau dinetralisir kerugiannya dengan pertumbuhan eksplosif di sektor otomotif cerdas, energi digital, hingga layanan cloud.

Berkaca pada tahun 2024 saja, dimana pendapatan perusahaan melonjak 22,4% dibanding tahun sebelumnya. Laba operasi atau laba bersih Huawei secara data jelas menurun. Alasannya dapat dijelaskan dengan aktivitas investasi R&D yang menggerus 20,8% pendapatan perusahaan. Serta biaya produksi chip domestik yang lebih tinggi dibandingkan chip impor sebelumnya.

Investasi R&D dapat dijelaskan sebagai investasi yang bertujuan menciptakan produk atau layanan baru demi mendorong pertumbuhan perusahaan paska banned AS.

Walau laba bersih Huawei menurun, dari penjelasan diatas kita dapat tahu bahwa Huawei masih punya sisa uang yang lumayan untuk terus beroperasi dari sektor-sektor bisnisnya yang lain. Selain itu Huawei dengan sadar dan bangga menganggap bahwa biaya mahal yang harus mereka tanggung tersebut. Adalah biaya kedaulatan yang mengorbankan profitabilitas jangka pendek. Demi kedaulatan teknologi jangka panjang.

Kemudian meskipun laba bersih turun, arus kas dari aktivitas operasi mereka tetap menunjukkan efisiensi operasional yang kuat. Buktinya aktivitas operasi meningkat 88,4 miliar. Arus kas ini pada akhirnya memberikan likuiditas yang diperlukan untuk mendanai proyek-proyek padat modal, seperti fabrikasi dan semikonduktor.

Rinciannya sendiri kalau melihat pada data tahun 2023 hingga 2024, dapat dimulai dari kebangkitan di bisnis berbasis konsumen. Macam ponsel pintar dan seterusnya dimana Huawei menunjukkan pertumbuhan 38,3%, saat peluncuran seri Mate 60 dan Pura 70. Pertumbuhan barusan sekaligus menandai era Huawei yang memimpin pasar premium China telah kembali. Setelah sebelumnya sempat kalah dari Apple semenjak hilangnya akses mereka ke Android Google.

Selanjutnya pada sektor otomotif, yang berfokus pada segmen Intelligent Automotive Solution (IAS). Huawei disebut-sebut mencatatkan pertumbuhan yang fenomenal, yaitu sebesar 474,4%. Angka ini merefleksikan keberhasilan Huawei melalui aliansi HIMA (Harmony Intelligent Mobility Alliance), dimana Huawei bertindak sebagai pemasok sistem lengkap bagi produsen mobil mitra. Intinya sih Huawei disini berhasil menjual otak pintar dari mobil ke produsen mobil mitra.

Terakhir di bidang energi digital, Huawei mengalami pertumbuhan 24,4% yang didorong oleh permintaan global untuk inverter surya dan infrastruktur pengisian daya EV. Dimana Huawei masih memegang posisi pemimpin di pasar global.

Namun walau menyebutkan bahwa dalam bayang-bayang sanksi AS, Huawei masih bisa survive dengan berbagai langkahnya yang sudah disebutkan diatas. Secara geografis, Huawei semakin bergantung pada pasar domestik. Data yang menguatkan fakta ini, bisa dilihat dari pendapatan domestik mereka yang tumbuh 30,5% sepanjang tahun 2024. Dan hanya tumbuh 2,1% secara internasional.

Dari sini Huawei tahu bahwa ketergantungannya pada pasar China yang mencapai 71% total pendapatan. Benar-benar jadi pedang bermata 2. Karena walaupun pasar domestik, memastikan pendapatan yang aman dari sanksi. Tapi ketergantungan ini juga membatasi potensi pertumbuhan global. Khususnya di pasar-pasar yang sensitif terhadap tekanan geopolitik AS.

Mengatasi masalah ini, Huawei terus memperbaiki rantai pasoknya. Seperti misalnya pada bagian selanjutnya akan dibahas lebih rinci. Bagaimana Huawei mengatasi masalah pelarangan pengecoran chip global manapun, termasuk TSMC di Taiwan dan Samsung di Korea Selatan. Karena kedua perusahaan tersebut, menggunakan peralatan atau perangkat lunak asal AS.

Pembahasan mendatang akan jadi cikal bakal dari munculnya chip yang mengejutkan barat, yaitu Kirin 9000S dan penerusnya Kirin 9020. Kemudian kalau dirasa cukup, aku juga akan memasukkan sekalian rencana Huawei. Setelah AS membatasi ekspor GPU AI Nvidia A100/H100 ke China. Yang secara tidak langsung, Huawei disini sedang coba menantang hagemoni Nvidia di China. Yang dalam pikiranku pribadi setelah baca ini. Mungkin Huawei sedang menantang Nvidia di bidang terkuatnya Nvidia, yaitu AI (tolong koreksi kalau aku salah).

Padahal kita semua tahu, Nvidia saat ini masih jadi yang terdepan baik di bidang AI maupun secara kapitalisasi pasar. Mengalahkan Apple, Google, dan perusahaan besar ternama lainnya. Tapi Huawei yang perusahaan privat, malah berani menantangnya.

Posting Komentar