Kenapa Israel Begitu Kebal Hukum Internasional Atas Tindakan Buruknya Bagian 1

Daftar Isi

Berawal dari pembahasan sepak bola, dimana sebuah podcast yang kutonton membicarakan soal kecurangan negara-negara arab. Yang kemudian juga memantik sebuah pertanyaan kepada narasumber berupa. “Kenapa kok arab bisa melakukan hal-hal menyalahi aturan seperti ini, secara legal dan tetap dianggap sah?”

Seingatku narasumber berpengalaman itu menjawab dengan panjang lebar, dan diakhir menyingkatnya dengan kesimpulan uang minyak. Jadi intinya arab bisa saja menyogok wasit atau pihak pengelola dengan uang hasil minyak mereka. Uniknya si youtuber podcast ini tidak berhenti atau lanjut membahas soal lobi uang minyak. Beliau yang sebenarnya sering sekali membahas soal sepak bola, entah bagaimana malah lanjut bertanya seperti ini.

“Kalau misalnya Arab punya uang untuk melobi hal-hal yang tidak mereka inginkan. Terus Israel apakah melakukan hal yang sama, untuk menutupi perbuatan-perbuatan buruknya?”

Di titik ini rasa penasaranku akhirnya juga ikut terpantik. Maksudku begini, kan aku dan banyak orang selama ini merasa bahwa Israel tidak identik dengan uang minyak atau gas. Walaupun secara pribadi aku tidak tahu apakah mereka punya sumber daya seperti itu atau tidak. Tapi mari simpulkan kalaupun mereka punya, milik mereka harusnya tidak semelimpah negara-negara arab sekitarnya.

Kalau misalnya memang begitu mereka tidak identik dengan uang minyak dan gas. Berarti mereka memiliki hal lain untuk melobi. Pertanyaannya apakah hal lain tersebut?

Secara singkat aku mendapati 2 jawaban yang berbeda dari orang yang berbeda. Pertama dari narasumber di podcast yang kuikuti sebelumnya. Narasumber tersebut menyebut bahwa Israel memainkan koneksinya yang kuat, untuk melobi urusan internasional. Kedua dari seorang teman. Dia ini jawabnya sambil bercanda namun tetap masuk akal, mengingat rumor dan reputasi orang-orang Yahudi. Jadi temanku berpendapat bahwa alasan kenapa Israel bisa begitu lincah menghindari sanksi, adalah karena mereka sangat pintar.

Jujur saja pendapat temanku yang menyebut Israel pintar ini terlalu luas maknanya. Tapi setelah aku membaca sumber-sumber mengenai topik ini. Aku bisa melengkapi jawabannya tersebut dengan kalimat.

“Harus diakui kalau info-info yang kukumpulkan benar. Israel memang pintar dalam melangkah dan menempatkan posisinya di dunia.”

Israel ini kalau misalnya dia seorang individu, kisahnya yang tidak Cuma bertahan tapi juga melawan negara-negara sekitarnya. Patut dibuat jadi manga atau kisah novel dengan judul “Jenius Brengsek” 

Kenapa harus dinamai “Jenius Brengsek”?

Karena walaupun aku berusaha untuk jadi pihak netral dalam pembahasan ini. Setidaknya di bagian awal aku akan berusaha jujur secara pribadi, bahwa aku tidak suka bagaimana mereka sering melanggar perjanjian, membunuh para rakyat sipil tidak bersalah, dan tindakan-tindakan konyol mereka lainnya.

Namun dibalik kebrengsekan mereka, aku juga harus mengakui bahwa mereka memang jenius dalam melangkah. Setidaknya hingga ketikan ini dibuat.

Jadi sekali lagi secara netral, kenapa Israel bisa begitu kebal hukum internasional? Padahal negara lain yang lebih besar dan pengaruh politiknya harusnya lebih luas, yaitu Rusia. Bisa tetap dihukum, disanksi, dan diembargo imbas dari perang Ukraina. Tapi kenapa hal itu tidak dilakukan juga pada Israel padahal mereka menyerang Palestina.

Untuk menjawab hal tersebut aku akan menjelaskan sebaik mungkin berdasar sumber-sumber yang kuperoleh terkait pembahasan. Aku yang kebetulan ikut heran tentang fenomena yang memunculkan standar ganda ini. Akan memaparkan bahwa pendapat narasumber podcast sebelumnya soal kekuatan Israel, yang bukan berasal dari uang minyak seperti negara-negara arab benar adanya.

Faktanya sumber kekuatan Israel memang bukan berasal dari sumber daya alam yang otonom, macam minyak dan gas. Laporan-laporan yang kuperoleh berargumen bahwa itu berkat hasil dari sistem jaringan yang kompleks, dan saling beketergantungan yang telah dibangun secara strategis selama beberapa dekade.

Sederhananya Israel telah berhasil membuat sekutu-sekutunya yang paling kuat sangat bergantung kepadanya. Dengan integrasi yang cermat, Israel membuat dirinya menjadi aset yang penting bagi arsitektur keamanan, ekonomi, dan intelijen. Sehingga dengan menjatuhkan sanksi berat kepada Israel, banyak negara terutama negara-negara Barat. Akan menghadapi kerugian yang tidak sedikit.

Terakhir sekaligus jadi patokan utama dalam pembahasan panjang ini sebelum ke bagian kedua. Ada 5 poin yang akan kujelaskan demi membedah rahasia kebal hukum Israel. Supaya lebih mudah dan agak keren, mari rubah namanya jadi 5 pilar pendukung kekebalan hukum Israel. 5 pilar tersebut adalah:

Pilar 1: Aliansi strategis AS sebagai perisai.

Pilar 2: Start up nation sebagai mata uang urusan diplomasi.

Pilar 3: Efektivitas jaringan lobi dan diaspora.

Pilar 4: Analisis komparatif standar ganda antara Rusia dan Israel.

Pilar 5: Peran narasi sejarah dan diplomasi publik.

Posting Komentar