Bagaimana Huawei Masih Bisa Hidup Setelah Dihukum Mati AS Bagian 5

Daftar Isi

Kita telah membahas lebih rinci mulai dari bagaimana cara Huawei mengakali produksi chip setelah sanksi AS. Kemudian sudah dibahas juga bagaimana Huawei, mulai menantang Nvidia dengan membangun lini bisnis AI sendiri yang mengakar. Mulai dari pengembangan perangkat Ascend yang menyaingin GPU Nvidia H100. Hingga alternatif CUDA yaitu platform CUNN.

Sekarang bahasannya akan lanjut ke bagaimana Huawei pelan tapi pasti memutus hubungan sejarahnya dengan android. Lewat OS besutannya sendiri, yang sekarang bernama HarmonyOS NEXT.

Jadi kan di bahasan awal aku telah menyebutkan bahwa AS telah menjatuhkan sanksi kepada Huawei. Sehingga mereka mau tidak mau kehilangan akses terhadap GMS (Google Mobile Service). Hal ini menyebabkan Huawei pada akhirnya dihukum, untuk tidak boleh menggunakan android di ponsel besutan mereka.

Walau Huawei secara mendadak mampu menanggapi sanksi dengan membuat HarmonyOS. Versi OS mereka versi ini masih sangat bergantung dengan kompatibilitas aplikasi android, melalui pustaka AOSP (Android Open Source Project). Nah untuk HarmonyOS NEXT, Huawei bisa dianggap mengambil langkah paling berani. Dan secara efektif memutus hubungan sepenuhnya dengan Android. Dengan cara menghapus seluruh kode dasar Linux dan Android.

Kejadian paling bersejarah bagi perusahaan ini terjadi di tahun-tahun 2024-2025. Huawei menjelaskan bahwa sistem HarmonyOS NEXT dibangun diatas mikrokernel proprietari Huawei. Yang diklaim 3 kali lebih efisien dalam manajemen memori, dibandingkan kernel monolitik Linux tradisional. Ini membuat kontrol penuh atas keamanan dan kinerja sistem lebih terjamin.

Walau secara teori HarmonyOS punya kendala di bidang ekosistemnya. Laporan menyebutkan bahwa pengembang aplikasi di China, telah mengebut versi nantive untuk sistem operasi ini. Tercatat pada akhir tahun 2025, ekosistem HarmonyOS telah memiliki lebih dari 10000 aplikasi yang mencakup 99,9% waktu penggunaan oleh konsumen China. Akibatnya dengan pangsa pasar sekitar 19-20% di China. HarmonyOS telah menggeser iOS sebagai sistem operasi seluler terbesar kedua setelah Android di negara tersebut.

Kekuatan HarmonyOS NEXT nyatanya bukan hanya pada ponsel saja. Tapi mereka membuktikan kapabilitas lintas perangkat yang mengesankan. Melalui teknologi Distributed Soft Bus, HarmonyOS memungkinkan integrasi sangat mulus antara ponsel, tablet, PC, dan yang paling penting dan berbeda, adalah integrasi dengan kokpit mobil cerdas.

Namun, sekalipun integrasi produk Huawei menciptakan pengalaman pengguna yang lengket. Integrasi dengan mobil cerdas telah menakuti produsen mobil lain. Mereka takut Huawei yang notabene punya lini bisnis yang lebih tertancap kuat. Akan jadi pesaing potensial mereka dalam menguasai pasar.

Untuk meredam ketakutan tersebut, Huawei menegaskan bahwa mereka menolak untuk jadi produsen mobil. Mereka lebih memilih memposisikan diri sebagai penyedia komponen dan sistem cerdas Tier-1 plus. Tindakan lebih lanjut dari Huawei untuk masalah ini. Pada tahun 2024 mereka memisahkan unit bisnis Intelligent Automotive Solution (IAS). Menjadi entitas independen bernama Shenzhen Yinwang Intelligent Technology Co., Ltd.

Dalam hal struktur kepemilikan pun Huawei membuka kepemilikan Yinwang kepada mitra strategis. Contohnya Changan Automobile (melalui merek Avatr) dan Seres Group, masingmasing berinvestasi sebesar CNY 11,5 miliar untuk mendapatkan 10% saham. Dampaknya, dengan menjadikan klien utama sebagai pemegang saham. Huawei mengikat kepentingan mereka dalam pengembangan industri otomotif China secara luas.

Secara sederhana, keterlibatan Huawei dalam bidang otomotif dibagi menjadi 3 model.

Pertama, ada HIMA (Harmony Intelligent Mobility Alliance). Model keterlibatan ini dianggap yang terdalam karena Huawei terlibat dalam desain produk, kontrol kualitas, pemasaran, dan penjualan melalui jaringan ritelnya. Merek-merek seperti AITO (dengan Seres), Luxeed (dengan Chery), Stelato (dengan BAIC), dan Maextro (dengan JAC). Model HIMA ini terbukti paling sukses secara komersial, dan menyumbang sebagian besar pendapatan otomotif Huawei.

Kedua, Huawei Inside (HI). Huawei disini menyediakan solusi full-stack (kokpit dan ADS) tetapi tidak terlibat dalam desain atau penjualan mobil. Contohnya adalah kemitraan dengan Avatr (Changan) dan Arcfox (BAIC).

Terakhir yang ketiga, ada Tier-1 Supplier. Huawei akan menjual komponen standar seperti LiDAR atau motor listrik secara terpisah. 

Posting Komentar