Film Chainsaw Man Arc Reze Sangat Keren, Tapi…
Setelah banyak sekali alasan diluar nalar yang menghalangiku ke bioskop. Sehingga menuju akhir tahun 2025, filmnya sudah terlanjur masuk platform streaming. Aku akhirnya bisa menonton film ini di detik-detik pergantian tahun.
Jadi kemarin saat 31 Desember 2025, saat orang-orang sibuk menyiapkan pesta malam pergantian tahun baru. Aku malah nontonin film ini sambil makan popcorn yang kubuat dadakan. Sendirian.
Berhubung aku sudah baca manganya, jadi di menit-menit awal aku masih lumayan santai lah nontonin nih film. Intinya disini aku sangat mengerti kenapa di bagian awal, filmnya berjalan cukup lambat. Toh ditunjukkan juga filmnya melanjutkan dulu adegan terakhir di season pertama, saat tokoh utama kita yaitu Denji makan malam bersama 2 temannya.
Namun sebenarnya adegan lambat dan santai itu, dicampur juga dengan suasana misterius agak horror. Sama seperti akhir dari season pertama yang menunjukkan mimpi aneh Denji. Disini mimpi itu kembali ditunjukkan dengan suasana yang agak berbeda dari season pertama. Kurasa menurutku sebagai penonton, cara filmnya yang tidak mewarnai latar tempat didalam mimpinya Denji. Sehingga memberikan visual hitam putih kemudian diikuti alunan musik khas horror. Ingin menunjukkan betapa krusialnya suara larangan terhadap Denji, untuk membuka pintu dalam mimpinya tersebut.
Adegan kemudian kembali ke suasana santai dimana Denji dan 2 orang temannya tertidur didekat meja berantakan akibat pesta semalam. Denji disini terbangun dari mimpi anehnya tersebut dan membuat suasana jadi kacau. Setelah tidak sengaja membuat jengkel salah satu temannya yaitu Power.
Catatan menarik lainnya adalah, rupanya film ini punya opening ala-ala anime mingguan biasa. Maksudku di film anime sebelumnya macam Kimetsu no Yaiba dan Jujutsu Kaisen 0. Ada lagu yang berfungsi sebagai opening. Namun di film-film tersebut, lagunya seperti diselipkan ke adegan filmya yang terus berjalan. Dan bukan mengambil waktunya sendiri beberapa menit untuk menunjukkan adegan-adegan acak yang mengiringi lagu.
(Tolong koreksi kalau aku salah)
Aku secara pribadi tidak bermaksud menganggap ini adalah terobosan baru ya, karena seingatku film Your Name di 2016 pun melakukan hal yang sama. Namun mengingat film pesaing macam Kimetsu no Yaiba Infinity Castle tidak melakukannya. Jadi sedikit perbedaan ini terasa cukup mencolok untukku mengenai film Chaisaw Man ini.
Berbicara mengenai lagu openingnya, menurutku lagu pembuka film Chainsaw Man sangat bagus dan sesuai dengan nuansa ceritanya. Maksudku kan cerita Chainsaw Man itu digerakkan oleh karakter-karakter berkelakuan absurd dan kacau. Sehingga dunianya yang sejak awal didesain sudah kacau. Tambah kacau balau lagi akibat ulah karakter-karakternya.
Kalau untukku sih jujur aku masih lebih suka dengan lagu opening dari season pertama. Tapi menurutku ini bukanlah kelemahan film ini dan hanya sekedar selera subjektif dari pengetik.
Lanjut bahas filmya, alur film ini masih saja lambat setelah keluar dari adegan makan malam. Denji menjalani tugas keseharian di biro pembasmi iblis negara, dipasangkan dengan karakter yang tidak banyak disorot di season 1, hingga pergantian sudut pandang ke teman serumahnya yang sedang membasmi iblis di lingkungan publik. Satu-satunya alasan kenapa aku masih tidak ngantuk mengikuti alur lambat ini. Adalah bagaimana setiap karakter yang ditunjukkan dalam film, membawa ciri khas mereka dalam kegiatan sehari-harinya.
Misalnya Denji yang bodoh dan tak berpendidikan terlihat dari sikapnya yang aneh saat bersinggungan dengan lingkungan sosial. Iblis hiu yang hiperaktif dan sangat sulit diam. Iblis malaikat yang pemalas. Hingga Makima yang sikap tenangnya sangat aneh dan menakutkan sejak season 1.
Alur film yang lambat tapi penuh rasa tidak enak ini perlahan maju, hingga diperkenalkanlah aku dengan pusat dari film ini yaitu tokoh bernama Reze. Reze ditunjukkan sebagai perempuan cantik dengan suara menyenangkan. Tapi bukan karakter Chainsaw Man namanya, kalau karakternya berhenti sampai disana. Reze ini rupanya juga memiliki sifat misteriusnya sendiri yang setara dengan tokoh lainnya.
Dalam beberapa interaksinya dengan Denji yang berujung pada pengakuan perasaannya. Setiap tindakan Reze selalu disejajarkan dengan adegan laba-laba yang diam di sarangnya. Sebuah penyejajaran sifat karakter yang membingungkan, namun tetap membuat penasaran penonton. Karena laba-laba diam di sarangnya bisa diartikan jadi banyak hal.
Salah satu interaksi Reze dan Denji yang kusuka adalah saat Reze membahas tentang dongeng tikus desa dan tikus kota. Dimana dalam percakapan mereka di tengah hujan lebat tersebut. Salah satu temannya juga sedang membahas dongeng yang sama bersama iblis malaikat.
Intinya begini, apakah kau memilih hidup seperti tikus desa atau tikus kota. Kalau tikus desa, kau akan aman dan berpotensi hidup lebih panjang. Namun kau juga harus menerima fakta bahwa kau akan makan makanan seadaanya seumur hidupmu. Sedangkan tikus kota, kau akan hidup mewah dan makan makanan yang enak. Namun kau juga harus menerima fakta, bahwa nyawamu lebih terancam hilang karena diburu tikus dan manusia.
Setelah pertemuan itu, alur film semakin intens. Film yang awalnya seperti Slice of Life dengan nuansa horror mulai menampakkan wujud aslinya. Chainsaw Man yang identik dengan action gila di season 1, mulai menunjukkan wajah aslinya disini. Karakter utama Denji, pusat arc Reze, dan teman-temannya Denji mulai terjebak dalam pertempuran penuh ledakan hingga meluluh lantakkan kota.
Kuakui studio Mappa benar-benar menggarap film ini dengan serius. Adegan aksi penuh ledakannya gila, musik pengantar kekacauannya juga gila, dan 1 lagi adegan yang kusukai muncul disini.
Adegan itu adalah waktu di tengah kekacauan kota, Denji mengeluhkan nasibnya sambil teriak.
“Kenapa setiap wanita yang mendekatiku selalu saja ingin membunuhku. Kenapa semuanya selalu ingin jantung Chainsaw ku. Kenapa tidak jantung Denji saja.”
Sedikit spoiler season 1, Denji sebenarnya adalah setengah manusia dan iblis walau awalnya dia sepenuhnya manusia. Mengenai kenapa dia jadi setengah manusia dan iblis, silahkan menonton season 1 lebih dulu.
Kembali ke pembahasan adegan kesukaanku, disana Denji mengeluhkan keluh kesahnya yang tidak dianggap masyarakat. Denji mengeluarkan unek-uneknya sebagai bentuk protes mengenai ketidak adilan yang diberikan hidup padanya. Sebenarnya protesnya sudah mulai terlihat waktu dia ditanyai mengenai pilihan antara tikus kota atau desa. Namun di adegan penuh kekacauan barusan, dia baru mengeluarkan kekesalannya yang mendalam secara terang-terangan.
Setelahnya Denji yang muak, menjadi iblis dan maju untuk membereskan 2 iblis jahat didepannya. Alur pertarungan Denji dengan 2 iblis pembuat kekacauan sebenarnya sangat kacau. Hal ini karena selain musuh-musuhnya kuat, Denji sendiri masih kurang pengalaman sehingga dia lebih banyak menjadi samsak dibanding menyerang musuh.
Namun karena aku berencana tidak ingin terlalu membocorkan isi film, maka akan kusudahi cerita pengalamanku dalam menonton. Inti dari cerita ini simpel, jantung Denji diincar oleh iblis kemudian Denji melawan. Dah itu saja.
Kenapa jantung Denji bisa diincar?
Penjelasan lengkapnya ada di manga, atau kalau ingin tahu sedikit konteksnya. Bisa nonton season 1 dulu sebelum nonton film ini.
Jadi sekarang mari bahas bagian “tapi” dari film ini.
Seperti yang sudah kusebutkan beberapa kali sebelumnya. Film ini keren dan gila untuk film anime. Menurutku pribadi, bisalah film ini bersaing dengan film Kimetsu no Yaiba Infinity Castle.
Akan tetapi, sama dengan Infinity Castle. Film ini juga tidak lepas dari kekurangan yang mengurangi poin plus dari semua kelebihan yang kusebutkan.
Pertama, menurutku grafis animasi dari film ini downgrade dibandingkan dengan anime mingguannya di season 1. Walau memang penurunannya dibayar dengan hal-hal keren didalam filmnya. Tapi menurutku pribadi, filmnya pasti lebih pecah jika grafik animasinya seperti season pertama.
Kedua, adegan vulgarnya. Poin ini menurutku sangat subjektif karena aku pribadi sangat jengkel nonton film atau series keren. Tapi didalamnya ada adegan vulgar yang tidak disensor atau sensornya terkesan nanggung. Film Chainsaw Man, punya adegan vulgar yang menunjukkan ketelanjangan yang membuatku agak risih menontonnya. Maksudku silahkan masukkan adegan ciuman panas atau meraba payudara. Tapi kalau sudah ketelanjangan atau hubungan seks. Bolehlah untuk diakali supaya tidak terlalu vulgar. Karena menurutku mungkin ada orang lain selain aku yang kesel nonton begituan di tontonan favorit.
Ketiga, ini masih berkaitan dengan poin pertama. Jadi aku sudah bahas kalau film Chainsaw Man, memang mengalami penurunan kualitas grafis dibandingkan season 1. Yang menjadi masalah sekarang, aset bangunan dan sejenisnya masih bagus seperti season 1. Sehingga waktu aku nonton, perbedaan grafis antara latar tempat cerita dan tokohnya agak sedikit aneh. Maksudku kenapa kau ambil aset bangunan season 1 yang halus dan hampir realistis. Tapi membuat tokoh-tokohnya jadi goresan kuas agak kasar dibanding season 1 nya.
Sejujurnya perbedaan grafisnya tidak membuat sakit mata dan tetap bagus. Toh Kimetsu no Yaiba juga sering begitu. Bangunannya hampir realistis, tapi gambar tokohnya animasi 2d biasa dan bahkan animasi jurusnya seperti tempelan gambar kasar tradisional.
Namun harapanku Mappa bisa mengatasi hal ini. Jadi di season selanjutnya yang mungkin mengambil arc dimana Denji diincar seluruh dunia. Aset yang baru dibuat untuk season 2 tidak bentrok terlalu mencolok dengan aset season 1.
Mungkin itu saja bagian “tapi” dari mahakarya ini. Selanjutnya untuk bagian terakhir, apakah film ini rekomended untuk ditonton.
Jawabanku sangat rekomended jika kau suka dengan Chainsaw Man, anime baku hantam, cerita tak tertebak, dan adegan aneh bin absurd. Namun kalau kau anggap saja sudah sangat risih dengan beberapa adegannya di season 1. Maka film ini tidak rekomended untuk ditonton. Karena mau bagaimanapun, season 1 dan film dari anime Chainsaw Man masih belum seberapa dibandingkan lanjutan cerita manganya.
Posting Komentar