Game Bully Anniversary Edition adalah GTA versi lite
Kenal gamenya sejak rentalan ps masih dimana – mana, terus yang punya konsol ps2 nya baru segelintir teman yang merupakan anak orang kaya. Aku masih tidak percaya aku baru menyelesaikan gamenya baru – baru ini di ponsel android. Sebagai catatan, aku bilang menyelesaikan sebelumnya itu bagian cerita utamanya saja ya. Maksudku untuk presentase penyelesaian gamenya hingga tuntas, jujur aku masih belum sampai kesana. Palingan aku masih berada di titik 80 persen kuranglah, untuk benar – benar sampai progres 100 persen.
Namun mengingat menyelesaikan cerita utama saja, sudah seperti mengeksploitasi hampir semua fitur yang ada didalam game. Maka menurutku itu lebih dari cukup untuk dijadikan penilaian apakah gamenya bisa dianggap bagus atau tidak.
Sebelum ke penilaian, pertama – tama mari lirik sebentar soal apa sih itu game Bully Anniversary Edition.
Singkatnya Bully Anniversary Edition adalah game open world yang misi serta permasalahan dalam gamenya berputar pada tokoh utama yang masih sekolah. Jadi kita akan memainkan seorang bocah berumur 15 atau 16 tahunan, yang bersekolah dan menjalani hari – hari di sebuah kota.
Karena sama – sama dibuat oleh Rockstar game yang juga pembuat game terkenal macam GTA atau red redemption. Maka aku bisa bilang kalau konsep open world dari game ini mirip – miriplah dengan 2 seri game yang kusebutkan sebelumnya. Kalau boleh bilang ya, malahan game ini lebih mirip GTA tapi fitur – fiturnya dikurangi berkat ada batasan bahwa tokoh utama kita masihlah bocah yang menempuh pendidikan dan baru memasuki masa remaja. Jadi jika misalnya aku kesini ingin hal – hal berbau aksi kuat seperti di GTA, aku tidak akan menemukannya satupun. Paling yang bisa kusorot itu ya kekerasan yang biasa ditemui di sekolah. Misalnya seperti kasus bullying, baku hantam, main geng – gengan, bolos sekolah, pacaran, menentang guru, membuat kekacauan di masyarakat dan lain sebagainya.
Beralih ke cerita utamanya, game ini punya model cerita yang mirip dengan seri GTA.
Dan karena yang paling membekas di kepalaku adalah seri GTA San Andreas. Maka aku tidak jarang menyebut game ini sebagai game GTA San Andreas versi lite. Didalam game Bully, map dan sekolahnya akan dibagi menjadi beberapa wilayah milik geng anak sekolahan yang juga menyokong cerita utama dari seri ini. Kita akan diarahkan lewat misi untuk menjadi apa ya bilangnya, mungkin pentolan atau orang paling dihormati dari semua geng bocah – bocah puber ini. Selain itu kita juga harus menyelesaikan pelajaran – pelajaran sekolah yang tersedia dengan baik, supaya membuka beberapa kemudahan dalam menjalankan misi.
Lika – liku dari cerita game Bully sangat dipengaruhi oleh beberapa fenomena masyarakat serta dari game lainnya macam GTA. Maksudnya drama yang disajikan ya berupa penghianatan, penipuan, persahabatan, serta sindiran beserta parodi dari keadaan masyarakat pada saat itu. Khususnya mungkin Amerika.
Kabar baiknya untukku adalah walau modelan ceritanya mirip GTA, ternyata aku menikmati jalan cerita dari game ini serta interaksi tokoh utamanya dengan para npc. Entah karena kebanyakan game jaman sekarang itu yang penting blar – blar tamat, atau akunya saja yang menyukai game tipe punya story panjang macam begini. Tapi ya harus kuakui aku enjoy banget main game Bully sambil satu persatu nyelesain misi utamanya. Lagipula menurutku ya kontrol dalam gamenya sendiri juga cukup mudah. Dan kalaupun ada yang merasa kurang aja karena mainnya di ponsel, game Bully sendiri juga sudah mendukung gamepad. Sehingga sangat mungkin memainkan gamenya macam PSP atau PS Vita yang layarnya sebesar smartphone tapi kontrolernya tetap mirip stik PS2.
Beralih dari masalah kontroler, aku sekarang akan bahas soal misi – misi gamenya.
Sebagai seorang penikmat game yang setidaknya sudah menamatkan beberapa dari seri GTA. Tanpa bermaksud meremehkan, game Bully ini bisa kuanggap punya misi – misi yang relatif mudah dari awal hingga tamat. Seingatku aku nggak pernah sampai ke titik gregetnya bukan main seperti saat main GTA waktu mulai menamatkan game ini.
Okelah aku mengakui kalau memang ada beberapa misi yang bisa dianggap sulit dibandingkan kebanyakan misi lainnya. Namun ayolah teman – teman, harusnya bagi kita yang sudah pernah menamatkan beberapa seri GTA. Kita semua pasti tahu bahwa tidak sedikit dari misi GTA itu terkadang tingkat keberhasilan misinya bisa membuat kita geleng – geleng kepala saking konyol dan sulitnya.
Kemudian saat kita sudah pernah tertawa tapi terluka akibat keabsurdan misi GTA tersebut. Di game Bully kita hanya akan duel lawan bos geng apalah dalam ring, terus ngambil beberapa peralatan di toko, balapan, ngerjain orang, dan lain sebagainya. Bagiku ya, bagiku yang tidak mencontohkan pemain lain. Main game ini itu kayak seperti rehat sejenak lah dari dunia absurdnya GTA. (Itung – itung sambil nunggu GTA 6 rilis) Cuman ya karena kebetulan ceritanya cocok, gameplay oke, fitur – fiturnya bolehlah, serta batasan game open world yang bisa dimaklumi, dan yang paling spesial adalah game ini bisa dimainkan secara mobile. Aku bisa bilang enjoy banget main game Bully.
Jadi kesimpulannya bagaimana, apakah game Bully worth it dimainkan dan dibeli?
Jawabanku adalah sangat worth it. Game sebagus ini di harga hanya 80 ribuan (saat aku beli) sangat rekomended sekali mengingat kualitas game premium mobile sekarang yang semakin menurun. Cuman ya yang kadang perlu diingat adalah game buatan Rockstar itu biasanya kalau di android, lelet banget updatenya terkhusus jika menyangkut kompatibilitas dengan versi android terbaru. (Di pc aja biasanya banyak bug, anjir) Jadi saat membeli game mobile besutan Rockstar, jangan kaget kalau di kemudian hari saat ada update Android terbaru. Tiba – tiba game Rockstar yang sudah kita beli jadi tidak kompatibel.
Contohnya ya ini, game Bully yang baru kutamatkan ini. Seingatku dulu Bully itu kubeli dengan game GTA apa gitu di mobile. Nah waktu ada info kalau GTA 6 hampir rilis, pengennya aku mainin beberapa game besutan Rockstar dulu sambil nunggu. Eh waktu mau download Bully, ternyata gamenya malah tidak kompatibel dengan versi android yang kupunya. Untungnya setelah dikomen negatif di playstore atau gara - gara hal lainnya, aku akhirnya bisa lagi download Bully.
Mungkin kita sebagai penggemar game – gamenya Rockstar, harusnya sering berdoa kali ya supaya gamenya Rockstar di mobile android nasibnya nggak kayak Gameloft. Udah beli mahal – mahal, eh gamenya semakin kemajuan jaman malah ilang di playstore. Sekalipun masih diinstal di smartphone, game sudah nggak bisa dibuka karena sudah nggak kompatibel.
Kalau begitu sekian dulu pembahasan game Bully dariku. Karena sangat mungkin pendapatku berbeda dengan kebanyakan orang soal game ini. Aku minta maaf yang sebesar – besarnya apabila aku terkesan menjelek – jelekkan game Bully dan sejenisnya. Akhir kata terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mau menyempatkan waktu untuk membaca.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.




Posting Komentar